Creepypasta


Aprina Mulya Rahayu

suprise!

Hay nama ku lucy, aku tinggal di sebuah pedesaan kecil yang jarang berpenghuni. Hanya ada beberapa kepala keluarga saja yang masih bertahan. Dari cerita yang ku dapat, saat malam hari muncul gadis kecil yang berlalu lalang di sekitar pedesaan ini dengan raut wajah yang menyunggingkan senyum licik sambil membawa pisau dan boneka. Konon katanya gadis itu telah membunuh keluarganya. Saat malam hari gadis kecil itu berkeliaran minta tolong kepada warga pedesaan ini untuk menyelamatkan keluarganya. Tapi naas, mereka malah di bunuh. Tidak di ketahui gadis kecil itu sudah mati atau masih hidup berkeliaran mencari mangsa untuk dibunuh.

Lupakan tentang cerita horror itu.Minggu lalu hari ulang tahun ku yang ke 12 tahun. Aku mendapat kado dan hadiah yang banyak.Semua berkumpul di rumah ku. Ada ayah,ibu,paman dan juga bibi ku. Semua bersorak menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk ku dan yang paling aku suka adalah kue ulang tahun strawberry! Aku meloncat-loncat kegirangan layak nya anak kecil. Hehe  memang aku masih kecil. Dan saatnya membuka hadiah!

Pertama aku membuka hadiah dari paman dan bibi ku. Aku mendapatkan buku bergambar dengan pensil yang berwarna-warni. Kedua dari ayah ku, aku cemberut karna hanya mendapat gambar sepeda saja, tetapi ayah mengarahkan ku ke dalam kamar dan ternyata sepeda asli dengan balutan warna pink! Dan yang terakhir hadiah dari ibu yang paling aku sayang. Saat aku membuka ternyata isinya boneka beruang berwarna pink juga. Lucu sekali! Aku langsung berteriak kegirangan dan memberikan pelukan serta ciuman kepada keluargaku.

Saat nya memotong kue! Aku berlari mengikuti ibuku sambil memeluk teddybear. “kue!kue!kue!” kata ku bersorak gembira.  “potong!potong!potong!” aku mengambil pisau dan berlari ke arah kue. “lucy!” ayah berteriak. Dan ibu  menjerit. “Aaaaaaaaaaaaa”.  Aku salah, pisau itu menusuk tepat di perut ibuku. Darah , ada banyak darah yang keluar . Ibu jatuh, ayah, paman dan juga bibi ku berusaha menolong.  Aku mencoba untuk meminta maaf tetapi tak ada yang mendengarkan. Aku berlari mendekati ayah ku dan ia menoleh.Namun naas mata ayah tertusuk pisau yang masih aku genggam. Semua menjerit, ayah dan ibu tergeletak di lantai. Bibi menangis hingga pingsan dan  kepala nya terbentur keras oleh meja kaca  hingga rerak. Darah lagi! Aku menangis kencang. Paman berusaha menangkap ku, dan aku  menggerekan tangan ku untuk menandakan bahwa aku menolak untuk didekati.  Aku lupa, pisau itu masih di ganggaman ku, pergelangan tangan paman robek hingga denyut nadi nya terputus. Aku menangis, menjerit, keluargaku mati tepat di hari ulang tahun ku.

Aku berjalan keluar, mencari bantuan.  Aku berlari kearah tetanggaku yang sedang memasuki ternak-ternak nya. Saat aku  meraihnya, pisau yang masih aku genggam tertusuk tepat dibagian kakinya. Jeritan lagi! tangis ku tiba-tiba terhenti saat tetanggaku tergeletak di lantai, aku terdiam dan tanpa sadar aku tersenyum licik. Entah kenapa jeritan itu terdengar seperti sorakan untuk ulang tahun ku. aku lalu masuk kedalam rumah dan mengahabisi semua tetanggaku. “aaaaaaaaaaaaaaaaa”satu.  tepat di kepala!, “aaaaaaaaaaaaaaaaaaa” dua. Nyaris di perut! “aaaaaaaaaaaaa” tiga. mata itu! HAHAHA Aku tertawa keras dengan pisau yang masih digenggaman dan boneka teddy ku yang sudah berlumuran darah. 

Ah sayang sekali ulang tahun ku sudah terlewat.Tetapi aku masih ingin hadiah, aku ingin jeritan itu. 

Oh iya, kalian belum memberikan ku hadiah. Aku akan mengunjungi kalian malam ini. jangan lupa buka kan pintu untukku. Atau aku akan muncul berada tepat di samping mu!.

Happy birthday for me, Lucy!



Ini hanyalah cerita fiktif yang aku buat sendiri 
Terima kasih sudah membaca =D

Komentar